Kamis, 26 Desember 2013

Objek Wisata Cianjur




Gunung Padang Situs Megalitikum di Jawa Barat

Gunung Padang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur. Pada awalnya daerah ini tidak begitu banyak dikenal oleh masyarakat luar. Tapi semenjak ditemukannya situs megalitikum atau zaman batu besar daerah gunung padang semakin ramai menjadi perbincangan dan dikunjungi oleh masyarakat dan rombongan peneliti arkeologi.
Pada mulanya warga sekitar mengira gundukan batu yang terdapat dipuncak gunung merupakan bongkahan batu biasa. Namun setelah diteliti ternyata hal ini merupakan batu peninggalan zaman purba . Menurut penelitian dengan carbon dating (pengukuran usia berbasis kandungan karbon) menunjukkan angka 5900 SM. Artinya ini lebih tua dari situs bangunan piramida di Mesir (3500 SM) dan situs arkeologis di mesopotamia (sekarang masuk wilayah Iran, Irak dan Suriah sekitar 4000 SM). Dengan kata lain, jika kebenaran ini memang terjadi maka Situs Megalitikum Gunung Padang merupakan Awal Peradaban Dunia.
Menurut skala ukurannya, situs tersebut dipastikan paling besar se-Asia Tenggara. Bentuknya berupa punden berundak (Bangunan pemujaan tradisi megalitikum yang berbentuk persegi empat dan tersususn bertingkat) dengan lima teras bertingkat. Luasnya menurut pihak pariwisata 900m2 dengan luar arel situs 3 hektare. Bentuk bukit Padang menyerupai trapesium, dengan tinggi (dari landasan landai terdekatnya) 110 meter.
Namun, kedalanya tidak ada angkutan umum yang bisa mencapai lokasinya, selain itu ditambah dengan kondisi jalan yang buruk selama satu jam sebelum mencapi lokasi tersebut. Tetapi masih ada pemandangan kebun teh yang bisa mengobati selama 10 menit di perjalananan. Dengan semakin ramainya pengunjung dan para peneliti yang datang kesana pemerintah harus segara melindungi dan memeberikan fasilitas yang memadai agar lingkungan disekitarnya tetep terjaga keasriannnya.

Sumber : Majalah Sharing Edisi 78 Thn VII Juni 2013

Pengaruh Situasi Konsumen



Pilihan untuk membeli suatu produk dengan merek tertentu dipengaruhi oleh hal-hal yang ada pada diri konsumen, dalam hal ini termasuk situsi. Pengaruh situasi dapat dipandang sebagai pengaruh yang timbul dari faktor khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik terlepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik obyek (Menurut Engel,dkk. 1994). Sedangkan (Menurut Mowen dan Minor. 1998) Situasi konsumen adalah faktor lingkungan sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada waktu tertentu dan tempat tertentu.  Interaksi individu dengan situasi dalam diskusi mengasumsi bahwa semua konsumen merespon dengan cara yang sama terhadap situasi tertentu. Namun, kenyataan tidak harus demikian.
Pengaruh situsi setiap individu pada dasarnya berbeda, namun ada beberapa karakteristik situasi konsumen yang bisa menjadi pertimbangan, sbb :
  1. Lingkungan Fisik
    Sarana fisik yang menggambarkan situasi konsumen yang meliputi: lokasi, dekorasi, aroma, cahaya, cuaca dan objek fisik lainnya yang ada di sekeliling konsumen.
  2. Lingkungan Sosial
    Kehadiran dan ketidakhadiran orang lain pada situasi tersebut.
  3. Waktu
    Waktu atau saat perilaku muncul (jam, hari, musim libur, bulan puasa, tahun baru). Waktu mungkin diukur secara subjektif berdasarkan situasi konsumen, misal kapan terakhir kali membeli biskuit. Arti “kapan terakhir kali” akan berbeda antar konsumen.
  4. Tujuan
    Tujuan yang ingin dicapai pada suatu situasi. Konsumen yang belanja untuk hadiah akan menghadapi situasi berbeda dibandingkan belanja untuk kebutuhan sendiri.
  5. Suasana Hati
    Suasana hati atau kondisi jiwa sesaat (misalnya perasaan khawatir, tergesagesa, sedih, marah) yang dibawa pada suatu situasi.
Pengaruh situasi yang tidak terduga adalah situasi tidak terduga dapat menjadi pemicu seseorang untuk membeli suatu barang. Misalnya mahasiswi yang akan mengikuti ujian dan lupa membawa bolpoin dan pensil, maka secara otomatis dia akan membeli dulu bolpoin dan pensil sebelum mengikuti ujian tersebut.

Sumber :

http://splashurl.com/kflrgtk

Pengaruh rumah tangga dan keluarga




Pengaruh rumah tangga dan keluarga

Keluarga digunkan menggambarkan berbagai macam bentuk rumah tangga. Macam-macam bentuk keluarga tersebut adalah:
1)      Keluarga Inti (Nuclear Family)
Merupakan lingkup keluarga yang meliputi ibu, ayah dan anak-anak yang hidup bersama.
2)      Keluaraga Besar (Extended Family)
Yaitu keluarga inti tambahan dengan orang-orang yang mempunyai ikatan saudara dengan keluarga tersebut seperti kakak, paman, bibi dan menantu.
Dalam keluarga tardisonal biasanya fungsi seorang suami atau ayah adalah sebagi pencari nafkah, sedangkan yang lainnya adalah sebagai anggota keluarga. Dalam keluarga dengan pola demikin, maka perilaku anggota keluarga sangat dipengaruhi oleh pemimpin keluarga atau suami atau ayah. Keputusan untuk membeli atau tidak membeli atau keputusan membeli pilihan merek A atau merek B ditentukan oleh persepsi, motivasi kepala keluarga. Bila kepala keluarga membiasakan membeli dan menggunakan shampo merek A, maka semua anggota keluarga juga menggunakan shampo yang ber-merek sama.
 Namun, didalam keluarga masing-masing anggota dapat berbuat hal yang berbeda dalam membeli sesuatu. Setiap anggota keluarga memiliki selera dan keinginan yang berbeda. Oleh karena itu perusahaan dalam mengidentifikasikan perilaku konsumen harus mengetahui siapa perlu, pengambilan inisatif, pembeli atau siapa yang memepengaruhi keputusan untuk membeli dengan mengetahui peranan dari masing-masing anggota keluarga, maka perusahaan dapat menyusun program-program pemasaran dengan lebih baik dan terarah.
Sumber :
Perilaku konsumen ( Dr. H. Mulyadi Nitisusastro)